Contoh Penggunaan Bentuk Pasif, Kriteria/Batasan, dan Kata Keterangan dalam Teks Prosedur

Kali ini admin akan bagikan kepada teman-teman semua materi 'Contoh Penggunaan Bentuk Pasif, Kriteria/Batasan, dan Kata Keterangan dalam Teks Prosedur' Semoga dapat membantu. 

Contoh Penggunaan Bentuk Pasif, Kriteria/Batasan, dan Kata Keterangan dalam Teks Prosedur
1. Penggunaan Bentuk Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu perbuatan atau aktivitas. Kalimat pasif biasanya diawali dengan awalan ter- atau di-.

Ciri-ciri kalimat pasif
1) Subjeknya dikenai suatu pekerjaan atau sebagai pencerita.
2) Biasanya diawali dengan prefiks di- atau ter-.

Kalimat pasif dalam teks prosedur  digunakan jika pembicara membicarakan proses bagaimana sesuatu dibuat untuk dilaksanakan. Bukan bagaimana membuat atau melakukan sesuatu. Penggunaan bentuk pasif dalam teks prosedur biasanya untuk memberi saran tambahan atau peringatan supaya tidak terjadi kesalahan.

Perhatikan contoh berikut!
Aktif : Anda sebaiknya memukul kendang dengan lembut.
Pasif : Kendang sebaiknya dipukul dengan lembut.
2. Penggunaan Kriteria/Batasan
Teks prosedur dibuat agar orang bisa melakukan sesuai langkah-langkah yang dituliskan. Oleh karena itu, kalimat dalam teks prosedur harus terperincidan jelas batasannya.
Perhatikan contoh berikut!
Tanpa batasan    : Gerakkan kaki.
Dengan batasan : Gerakkan kaki sebanyak empat kali.

3. Penggunaan Kata Keterangan
Kata keterangan adalah fungsi kalimat yang mudah berpindah posisi. Keterangan berfungsi memberi informasi tembahan dalam suatu kalimat. Dalam teks tertentu, keberadaan keterangan kalimat sangat penting, misalnya teks undangan.

Ciri-ciri keterangan
1) Keterangan bukan unsur utama kalimat.
2) Keterangan dapat terletak di bagian awal, tengah, dan akhir kalimat, kecuali antara predikat dan objek.

Contoh:
Kemarin kami membeli buku.
Kami kemarin membeli buku.
Kami membeli buku kemarin.
*kami membeli kemarin buku.
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()